Nasi Lesah: Kuliner Legendaris Magelang yang Mulai Menjadi Jarang

Ruang SenjaNasi Lesah: Kuliner Legendaris Magelang yang Mulai Menjadi Jarang, Apakah Anda penggemar hidangan berkuah? Jika iya, Magelang memiliki kuliner khas yang mungkin akan menggugah selera Anda. Namanya nasi lesah, sebuah hidangan yang bisa dinikmati baik pada waktu sarapan maupun malam hari untuk menghangatkan tubuh.

Nasi Lesah: Kuliner Legendaris Magelang yang Mulai Menjadi Jarang

Nasi lesah, yang juga dikenal sebagai soto lesah, adalah hidangan yang wajib Anda cicipi ketika berkunjung ke Magelang. Makanan ini sering direkomendasikan untuk disantap pada perayaan Waisak, menambah keistimewaannya. Ada beberapa fakta menarik tentang nasi lesah yang mungkin akan membuat Anda penasaran untuk mencobanya!

1. Nasi Lesah sebagai Manifestasi Akulturasi Budaya

Nasi lesah adalah jenis soto yang mencerminkan akulturasi budaya antara China dan Tamil. Hal ini menjelaskan mengapa ada banyak variasi soto di Nusantara, yang telah disesuaikan dengan selera lidah orang Indonesia.

Menurut buku “Nusa Jawa: Silang Budaya” karya Denys Lombard, soto berasal dari China yang dikenal sebagai caudo atau jau to. Dalam dialek Hokkian, kata tersebut berarti jeroan berempah. Proses akulturasi budaya China di Nusantara terjadi selama masa Laksamana Cheng Ho, sekitar tahun 1405—1433.

Selain itu, terjadi pula migrasi besar-besaran dari India ke Nusantara yang membawa pengaruh besar dari kebudayaan Hindu dan Buddha. Banyak dari mereka berasal dari golongan penting seperti ksatria (militer), waisya (pedagang), dan brahmana (pendeta). Dari sinilah sothi, versi sup kari ringan yang awalnya berasal dari wilayah Madurai, Tamil Nadu, dibawa ke Nusantara.

Magelang, sebagai salah satu tempat persinggahan dalam jalur migrasi dari India ke Nusantara, wajar jika meninggalkan jejak dalam bentuk bangunan candi hingga budaya kuliner seperti sothi yang telah mengalami akulturasi menjadi soto yang dikenal luas. Nasi lesah di Magelang menjadi salah satu jenis soto varian awal yang dipengaruhi oleh kebudayaan tersebut.

2. Kuah Nasi Lesah yang Menggugah Selera

Nasi lesah tidak hanya mirip dengan soto, tetapi juga memiliki kemiripan dengan nasi kare khas Solo yang disajikan dengan kuah santan. Kuahnya memiliki kekentalan dan rasa gurih yang unik dengan tambahan kemiri pada bumbu nasi lesah. Sedangkan isinya biasanya terdiri dari bihun, taoge, dan daging, dengan pilihan daging ayam kampung untuk pengalaman rasanya yang autentik.

Tidak diragukan lagi, masakan Asia cenderung menggunakan banyak rempah. Begitu pula dengan nasi lesah yang menggunakan serai, kunyit, merica, ketumbar, lengkuas, dan jahe sebagai bumbunya. Hidangan ini semakin kaya rasa dengan tambahan gula aren dan gula pasir, serta aroma harum dari daun salam dan daun jeruk.

3. Tersedia dengan Isian Daging Ayam atau Sapi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, nasi lesah memiliki akar budaya kuliner yang kuat dari Tamil Nadu. Sebagian besar penduduk dan imigran dari wilayah tersebut yang datang ke Nusantara adalah penganut Hindu, sehingga isian utama nasi lesah adalah daging ayam.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak pedagang nasi lesah yang mulai menyajikannya dengan daging sapi. Meskipun tidak sebanyak nasi lesah dengan daging ayam, variasi dengan daging sapi juga tersedia. Beberapa pedagang juga menambahkan irisan tahu bacem untuk memberikan sentuhan manis pada hidangan ini.

4. Menu Rutin saat Perayaan Waisak

Magelang, terutama Candi Borobudur, menjadi pusat perayaan Waisak terbesar di Indonesia setiap tahunnya. Ribuan orang dari berbagai penjuru daerah, bahkan luar negeri, berpartisipasi dalam perayaan Waisak dan Festival Lampion. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika nasi lesah menjadi salah satu hidangan yang diminati setelah ibadah di Magelang.

Meskipun begitu, ada sebagian umat Buddha yang menghindari makanan yang mengandung daging atau seafood selama perayaan Waisak. Meskipun demikian, beberapa dari mereka masih memilih untuk menyantap makanan yang mengandung daging dan bawang dalam porsi terbatas.

Jangan lupa kunjungi artikel sebelumnya Destinasi Kuliner di Bekasi: Tempat yang Cocok untuk Memanjakan Lidah dan Mata Anda

5. Kuliner yang Semakin Langka di Magelang

Salah satu fakta menarik tentang nasi lesah adalah keberadaannya yang semakin langka di Magelang. Konon, jumlah pedagang nasi lesah tidak mencapai 50 pedagang. Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir, karena kini nasi lesah juga dapat ditemukan di Yogyakarta.

Jika Anda penasaran dengan rasanya, Anda juga bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah. Cara pembuatannya hampir mirip dengan membuat soto atau kari pada umumnya. Jangan lupa untuk menggunakan santan sebagai kuah yang menjadi ciri khas nasi lesah.

Kelima fakta menarik tentang nasi lesah, kuliner legendaris khas Magelang yang mulai langka, di atas patut untuk Anda ketahui. Meskipun memiliki kemiripan dengan soto dan nasi kare, nasi lesah tetap memiliki karakteristik, rasa, dan cara penyajian yang unik. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi hidangan istimewa ini jika Anda berada di Magelang atau Yogyakarta.